TIMES BALI, JAKARTA – Ternyata masih banyak yang keliru cara minum obat. Alih-alih sembuh, minum obat dengan cara yang salah tidak saja sakit tidak kunjung sembuh, bahkan bisa menimbulkan penyakit baru seperti gangguan hati dan ginjal.
Saat nebus obat ke apotek, kita selalu mendapat aturan minum 3x1,3x3, 2x2, 1x1, atau 1x jika diperlukan. Sayangnya jarang ada apoteker yang menjelaskan bagaimana waktu yang tepat untuk minum obat yang telah diresepkan dokter.
Jadi banyak pasien yang 'nangkap' aturan minum itu ya diminum 3 kali dalam 1 hari untuk 3x1 dan seterusnya tanpa memedulikan jarak waktu.
Ternyata itu salah. Yang benar 3x1 itu obat diminum 3 kali dalam 24 jam dengan jeda waktu yang sama. Jadi 24 jam dibagi 3, jadi obat itu harus dimimun setiap 8 jam sekali.
Dikutip dari Alodokter bukan berarti Anda harus bangun tengah malam untuk minum obat, kecuali jika dokter memang menyarankan atau wajib.
Untuk lebih mudah, obat yang dengan aturan 3x1 dapat diminum pada waktu yang berdekatan dengan waktu bangun tidur. Misal, jika Anda bangun jam 7 pagi dan tidur jam 10 malam, waktu terbaik untuk minum obat 3x1 adalah jam 7 pagi beberapa saat setelah Anda bangun, jam 2 siang dan jam 9 malam sebelum tidur.
Perhitungan wakatu itu juga berlaku untuk aturan obat lainnya, seperti 2x1, 4x1. Intinya obat diminum sesuai anjuran dengan jeda waktu yang dibagi dalam 24 jam.
Sedangkan untuk aturan minum 1x jika perlukan, Anda bisa meminumnya saat terasa sakit saja.
Catatan pentingnya hindari menggandakan dosis obat terutama yang telah diserepkan oleh dokter. Dosis berlebih akan menimbulkan efek samping serius, terutama untuk beberapa jenis obat keras.
Demikian dengan antibiotik, meski Anda merasa sudah enakan, antibiotik harus tetap dihabiskan. Karena karena untuk memastikan semua bakteri penyebab infeksi mati tuntas, mencegah bakteri yang tersisa menjadi lebih kuat dan kebal (resisten), serta mencegah infeksi kambuh menjadi lebih parah dan sulit diobati, yang merupakan masalah kesehatan global serius.
Berhenti minum antibiotik hanya membunuh bakteri lemah, dan meninggalkan bakteri tangguh yang bisa berkembang biak dan kebal obat atau resistensi antibiotik di kemudian hari. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Banyak yang Keliru, Begini Aturan Minum Obat yang Benar
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |