Strategi Kemenpar Mitigasi Dampak Geopolitik Melalui Pasar Asia
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini bahas strategi jangka pendek gaet pasar Asia di Badung, Bali, Senin 30/3/2026. (Foto: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Strategi Kemenpar Mitigasi Dampak Geopolitik Melalui Pasar Asia

Kemenpar menggeser fokus ke pasar Asia demi kejar target 17 juta wisman 2026 sebagai strategi mitigasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pariwisata RI.

TIMES Bali,Senin 30 Maret 2026, 17:10 WIB
697
A
Antara

BaliKetidakpastian geopolitik di Timur Tengah memaksa sektor pariwisata nasional melakukan rekalibrasi strategi secara cepat. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini secara resmi mengalihkan prioritas pemasaran jangka pendek ke pasar Asia dan Oceania guna mengamankan target ambisius kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2026.

Langkah ini diambil menyusul terganggunya jalur transit udara internasional di wilayah konflik, yang secara langsung berdampak pada aksesibilitas wisman dari pasar jarak jauh (long-haul) seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Pivot Strategis: Memaknai Angka dan Proyeksi

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa pergeseran ini adalah bentuk dinamisme kebijakan berbasis data. Indonesia tidak hanya sekadar bertahan, tetapi sedang menghitung ulang potensi dari negara-negara tetangga yang memiliki risiko hambatan penerbangan lebih rendah.

"Untuk ASEAN, prioritas utama kami adalah Malaysia dan Singapura, disusul tren positif dari Filipina, Vietnam, dan Thailand. Selain itu, Asia Timur (China, Jepang, Korea), Oceania (Australia), serta Asia Selatan (India) menjadi tumpuan utama jangka pendek saat ini," ujar Made Ayu di sela konferensi pers Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, Senin (30/3/2026).

Keputusan ini memiliki landasan angka yang krusial. Setelah sukses mendatangkan 15,4 juta wisman pada 2025, tahun ini Kemenpar dibebankan target kenaikan signifikan di angka 16 hingga 17 juta kunjungan.

Realokasi Anggaran dan Tantangan Avtur

Kemenpar menyadari bahwa ambisi tanpa adaptasi anggaran adalah mustahil. Oleh karena itu, skema pendanaan promosi yang semula dialokasikan untuk pasar Barat kini mulai digeser ke kawasan Asia.

Pergeseran ini juga mempertimbangkan variabel ekonomi mikro, seperti lonjakan harga avtur yang memicu kenaikan harga tiket pesawat. Made Ayu menekankan bahwa industri harus tetap "percaya diri namun realistis".

"Kami menghitung setiap data, mulai dari dampak jumlah pesawat hingga kenaikan harga tiket akibat avtur. Karena itu, kami menerapkan strategi berlapis: jangka pendek, menengah, dan panjang," tambahnya.

Nasib Pasar Eropa dan Isu Konektivitas

Meski fokus bergeser ke Asia, Kemenpar menegaskan tidak meninggalkan pasar Eropa dan Amerika. Namun, profil wisatawan dari wilayah tersebut diprediksi akan mengalami perubahan. Konflik di Timur Tengah sebagai titik transit utama otomatis menyaring wisatawan berdasarkan daya beli.

Wisatawan long-haul yang tetap menuju Indonesia, khususnya Bali, diprediksi berasal dari kalangan menengah-atas (high-end) yang bersedia membayar harga tiket lebih mahal melalui jalur alternatif seperti Singapura.

Tantangan terbesar saat ini adalah konektivitas. Untuk itu, Kemenpar terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan guna memastikan ketersediaan slot penerbangan langsung maupun lanjutan yang kompetitif dari negara-negara tetangga. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.