Menteri Bahlil Siapkan Konversi Kompor LPG ke Listrik, Targetkan Rumah Tangga Daya Rendah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Menteri Bahlil Siapkan Konversi Kompor LPG ke Listrik, Targetkan Rumah Tangga Daya Rendah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia siapkan kompor listrik di bawah 900 VA untuk desa dan usulkan anggaran Rp815,56 miliar di RAPBN 2027 demi pangkas impor LPG.

TIMES Bali,Senin 15 Juni 2026, 22:17 WIB
1.3K
A
Antara

JakartaMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tengah menyiapkan program konversi kompor LPG ke kompor listrik dengan daya di bawah 900 Volt Ampere (VA) untuk sektor rumah tangga. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata menekan ketergantungan terhadap impor gas.

"Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 VA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai," ujar Bahlil usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Kendati demikian, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah belum menentukan jumlah unit kompor listrik yang akan didistribusikan. Kepastian mengenai volume pengadaan tersebut diperkirakan baru akan diumumkan pada Agustus mendatang.

Bahlil membeberkan bahwa saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Setiap tahunnya, devisa negara yang terkuras untuk keperluan impor tersebut mencapai Rp120 triliun. Dengan fluktuasi harga minyak dunia saat ini, angka tersebut bahkan membengkak hingga Rp130 triliun.

"Subsidinya sudah di atas Rp80 triliun. Kalau kondisi ini terus dibiarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi masalah. Maka, alternatifnya adalah kompor listrik," tegas Bahlil.

Guna memuluskan program diversifikasi energi ini, Menteri ESDM mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Menghidupkan Kembali Wacana Transisi Energi

Wacana migrasi dari kompor LPG ke kompor listrik sebenarnya bukan hal baru. Program ini sempat bergulir pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, pada September 2022, PT PLN (Persero) memutuskan untuk membatalkan program pengalihan LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik demi menjaga daya beli dan kenyamanan masyarakat di masa pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Kini, urgensi transisi energi kembali mencuat di tengah lonjakan harga energi global, dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menjadi salah satu tokoh yang gencar mendorong pemerintah untuk mempercepat peralihan ini.

Eddy menilai investasi untuk transisi ke kompor listrik jauh lebih murah ketimbang beban subsidi impor LPG yang terus membubung. Ia menggarisbawahi pentingnya konversi ini mengingat harga LPG di dalam negeri sangat rentan terdampak oleh harga minyak dunia yang kian meroket. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.