Infeksi Menular Seksual, Ancaman Serius bagi Kesehatan Reproduksi
dr. Christiansen Ariesta saat presentasi IMS di RSUD Pandega Pangandaran. (FOTO: Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)

Infeksi Menular Seksual, Ancaman Serius bagi Kesehatan Reproduksi

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan sekumpulan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui kontak vagina, oral, maupun anal.

TIMES Bali,Sabtu 19 Juli 2025, 03:03 WIB
652.1K
A
Acep Rifki Padilah

PANDEGLANGInfeksi Menular Seksual (IMS) merupakan sekumpulan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui kontak vagina, oral, maupun anal.

IMS dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun jenis kelamin, namun paling sering terjadi pada kelompok usia produktif, terutama remaja dan dewasa muda.

Menurut dr. Christiansen Ariesta dokter spesialis kandungan dan kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Pandega) Pangandaran, IMS disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, parasit, dan jamur. 

"Secara umum contoh penyakit IMS adalah sifilis, gonore, klamidia, herpes genital, HIV/AIDS, hingga kutil kelamin (HPV)," katanya.

dr. Christiansen menjelaskan, gejala IMS bisa beragam, mulai dari keputihan yang tidak normal, luka atau benjolan pada alat kelamin, rasa nyeri saat buang air kecil, hingga tidak menunjukkan gejala sama sekali. 

"Dampak IMS sangat serius jika tidak ditangani secara tepat, hal ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, seperti kemandulan, kanker serviks, gangguan kehamilan, hingga kematian," jelasnya.

dr. Christiansen Ariesta menekankan pentingnya pencegahan IMS melalui edukasi tentang kesehatan reproduksi, penggunaan kondom saat berhubungan seksual, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta menghindari berganti-ganti pasangan seksual. 

"Peran keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai risiko dan cara melindungi diri dari IMS," paparnya.

Dengan meningkatnya tren kasus IMS, menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap isu ini. 

"Penanganan IMS bukan hanya urusan medis, tetapi juga menyangkut aspek sosial, budaya, dan pendidikan yang harus didekati secara kolaboratif dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.