STAI Nurul Abror Banyuwangi Dampingi Santri Nurul Jadid Bali Bangun Kesadaran Lingkungan Berbasis Ekoteologi
STAI Nurul Abror Banyuwangi menggelar PKM berbasis ekoteologi di Pondok Pesantren Nurul Jadid Bali.
BULELENG – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Abror Al-Robbaniyin Banyuwangi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema Pendampingan Pendidikan Agama Islam Berbasis Ekoteologi dalam Penguatan Kesadaran Lingkungan Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Bali, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini melibatkan tim dosen yang terdiri atas Dr. Rofiqi, M.Pd.I., Dr. Moh. Nafi Alisha, M.Pd., dan Fathurrahman, M.Pd., serta satu mahasiswi, Putri Nor Holifaturrohmah. Sebanyak 30 peserta dari unsur pengurus pesantren mengikuti program tersebut.
Dalam pemaparannya, para dosen menekankan pentingnya penerapan konsep ekoteologi di lingkungan pesantren. Mereka menjelaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari nilai ajaran Islam, sedangkan tindakan merusak alam termasuk perbuatan yang dilarang.
Dr. Moh. Nafi Alisha menegaskan bahwa larangan merusak bumi telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-A’raf ayat 56.
“Islam secara tegas mengajarkan umatnya untuk menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual,” ujarnya.
Selain penguatan nilai keagamaan, kegiatan ini juga diarahkan pada langkah praktis pengelolaan lingkungan di pesantren. Fathurrahman mengungkapkan rencana program lanjutan berupa pembentukan bank sampah pesantren.
Melalui program tersebut, sampah plastik direncanakan dapat dijual kembali, sedangkan sampah organik akan diolah menjadi kompos.
“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi pesantren,” kata Fathurrahman.
Respons positif disampaikan pengurus kebersihan pesantren, Dayana Maisyah. Ia mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut dan berkomitmen mendukung terwujudnya lingkungan pesantren yang bersih serta sehat.
“Apalagi Bali dikenal sebagai daerah pariwisata, sehingga kebersihan lingkungan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tim PKM STAI Nurul Abror juga akan melakukan pendampingan selama tiga bulan ke depan. Program ini ditargetkan mampu membentuk Komunitas Santri Peduli Lingkungan sekaligus mewujudkan konsep Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Nurul Jadid Bali.
Melalui pendekatan ekoteologi, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran ekologis berbasis nilai spiritual dan tanggung jawab sosial.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

