TIMES BALI, SURABAYA – SMAN 15 Surabaya (Libels) kembali membuktikan diri sebagai barometer pensi sekolah di Jawa Timur lewat gelaran Liberty 2026.
Dihelat di Jatim Expo pada Sabtu (31/1/2026) acara ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu berada di dalam ruang kelas.
Kepala SMAN 15 Surabaya, Heriyanto Johannes Mardijiono menekankan bahwa event tahunan ini adalah puncak dari empat pilar budaya sekolah yang dirancang untuk membangun kemandirian siswa.
Menurutnya, pengalaman mengelola event sebesar ini memberikan pelajaran yang sangat berharga.
"Liberty merupakan puncak dari empat pilar budaya tahunan kita yang dirancang agar siswa punya kerja tim dan strategi riil yang tidak didapatkan di dalam kelas," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan masa depan menuntut siswa untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Johannes berharap melalui proyek ini, nalar anak-anak bisa terasah berbarengan dengan keterampilan lapangan mereka.
"Tujuannya adalah mengasah nalar agar berdampingan dengan skill lapangan, sehingga saat mereka menuju perguruan tinggi, mereka sudah siap menghadapi tantangan berat apa pun," tambahnya.
Di balik kemegahan panggung yang diisi oleh Ari Lasso, Marcell Siahaan, dan Guyon Waton, ada kerja keras tim OSIS dan MPK yang dipimpin oleh Syela. Sebagai siswi kelas 12, Syela mengaku bahwa proses di balik layar adalah pelajaran kepemimpinan yang sesungguhnya.
"Lewat pendampingan guru, kami belajar menjadi decision-maker yang mandiri dalam mencari solusi bersama, termasuk belajar berdemokrasi demi mencapai hasil terbaik," jelas Syela.
Meski harus membagi waktu dengan persiapan kelulusan, Syela menekankan bahwa dukungan dari lingkungan sekitar menjadi faktor krusial bagi kesuksesan panitia dalam mengelola sekitar 6.000 pengunjung.
"Tanpa dukungan orang tua dan pembina, kami yang masih berstatus pelajar ini pasti akan kesulitan menghadapi banyak 'badai' saat mencoba hal-hal baru yang profesional seperti ini," pungkasnya.
Melalui Liberty 2026, Libels sukses membuktikan bahwa sinergi antara visi sekolah dan kreativitas Gen Z mampu menciptakan standar baru bagi dunia kreatif remaja di Surabaya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Dari Balik Panggung Ari Lasso, SMAN 15 Surabaya Cetak Generasi Survival via Konser Megah
| Pewarta | : Zisti Shinta Maharani |
| Editor | : Ronny Wicaksono |