TIMES BALI, KEDIRI – Kepergian asisten pelatih Arema FC, Kuncoro pertengahan Januari lalu meninggalkan duka bagi dunia sepakbola Indonesia, termasuk Kediri. Semasa aktif sebagai pemain, Kuncoro memang pernah membela Persik Kediri.
Kuncoro adalah salah satu pemain yang turut membantu klub berjuluk Macan Putih itu meraih gelar juara Liga Indonesia 2003.
Sebagai wujud solidaritas dan simpati, komunitas Persikmania - suporter Persik Kediri menggelar laga amal bertajuk Persik Legend Vs Persebaya Legend di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Minggu, (01/02/2026).
Semua donasi dari laga tersebut, diserahkan 100 persen ke keluarga almarhum Kuncoro. Sebelum pertandingan yang dipimpin wasit legendaris Purwanto itu dimulai, para pemain dan penonton turut mengheningkan cipta dan doa bersama untuk almarhum Kuncoro.

"Almarhum Kuncoro pernah membuat masyarakat Kediri bahagia dengan membawa gelar juara. Semua donasi digunakan untuk almarhum. Kita persiapan semuanya dengan waktu yang mepet. Alhamdulillah Persebaya Legend juga mau hadir," tutur perwakilan komunitas Persikmania Indus Alfathoni.
Laga Amal Penuh Keakraban
Pertandingan amal itu sendiri berlangsung selama 3 X 30 menit. Di akhir pertandingan, Persebaya Legend yang diperkuat sejumlah nama seperti Yusuf Ekodono, Mat Halil, Mursid Effendi serta Anang Ma'ruf muncul sebagai pemenang.
Sedangkan kubu Persik Legend diperkuat sejumlah pemain legendaris Persik Kediri, yang mana sebagian besar pernah menjadi rekan setim almarhum Kuncoro saat bermain di Persik Kediri.
Turut hadir di deretan pemain Persik Legend adalah pemain terbaik Liga Indonesia 2003 Musikan, lalu sejumlah nama seperti Berta Yuawana, Suswanto, Khusnul Yuli, Johan Prasetyo, Wawan Widiantoro, serta Harianto juga terlihat kembali mengenakan jersey warna ungu, warna kebanggaan Persik Kediri.
Musikan, yang menjadi bagian tak terpisahkan saat Persik Kediri meraih dua gelar juara Liga Indonesia mengungkapkan sangat bahagia bisa kembali merumput di stadion Brawijaya.
"Seperti mimpi. Setelah beberapa tahun tidak ke Stadion Brawijaya, sekarang ke Stadion Brawijaya lagi. Alhamdulillah reuni sama teman-teman Persik 2003-2006, hari ini bisa bersama-sama dalam laga amal untuk Almarhum Kuncoro," tutur Musikan.
Para pemain yang sudah lama pensiun ini, rupanya masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat Kediri terutama para penggemar sepakbola. Terbukti, usai peluit panjang berbunyi, para pemain tersebut langsung diserbu penonton, mulai dari untuk dimintai tanda tangan sampai foto bersama.
Kenangan Sosok Almarhum Kuncoro
Selain untuk donasi, pertandingan amal itu juga untuk mengenang sosok almarhum Kuncoro semasa bermain di Persik Kediri. Sosoknya dikenal sebagai seorang pemain pekerja keras.
"Almarhum Kuncoro bergabung dengan Persik Kediri musim 2003-2004. Masuk di putaran kedua terus membantu Persik Kediri juara. Sosoknya berjasa buat Kota Kediri. Dia berjuang untuk Persik saat itu, perjuangannya sangat membekas bagi Persikmania," kenang Indus.

Sedangkan rekan setim Kuncoro, Musikan melihat sosoknya sebagai panutan dan tidak pernah meninggalkan ibadah.
"Alhamdulillah Mas Kuncoro seorang senior yang bisa jadi panutan. Beliau pemain bagus, jadi panutan di Persik Kediri. Setiap pertandingan itu selalu berjuang sekuat tenaga buat timnya. Terus di luar lapangan, dia khusyuk sekali. Sholat lima waktunya, ngajinya," kenang Musikan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Persik Legend vs Persebaya Legend, Laga Amal Sekaligus Mengenang Kuncoro
| Pewarta | : Yobby Lonard Antama Putra |
| Editor | : Ronny Wicaksono |