TIMES Bali/Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perencanaan dan Koordinasi Bantuan Pembangunan Republik Demokratik Kongo Guylain Nyembo Mbwizya saat agenda pertemuan bilateral antara Indonesia dan Kongo di Bad

Indonesia melalui Bappenas menjalin kemitraan baru dengan Kepulauan Solomon dan Republik Demokratik Kongo. Fokus kerja sama mencakup pembangunan berkelanjutan, ekonomi bi ...

TIMES Bali,Selasa 3 September 2024, 14:38 WIB
392.4K
A
Antara

BALIIndonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengumumkan kemitraan bilateral terbaru dengan Kepulauan Solomon dan Republik Demokratik Kongo. Ini merupakan langkah strategis untuk memperluas kerja sama internasional dan mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Pasifik dan Afrika.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, ""Kita sudah hampir 10 tahun terakhir ini mendukung dan bekerja sama dengan negara-negara di kawasan Pasifik, dan itu akan tetap kita lanjutkan." Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan bilateral dengan Kepulauan Solomon dan Republik Demokratik Kongo yang berlangsung di Badung, Bali pada Selasa (3/9/2024).

Sejak 2018, Indonesia telah aktif memberikan dukungan di Kepulauan Solomon melalui program-program pembangunan yang meliputi olahraga, kesehatan, dan pendidikan. Inisiatif tersebut termasuk pembangunan stadion multifungsi, penanganan pandemi Covid-19, serta penguatan kapasitas di sektor perikanan.

Suharso menambahkan, kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia bisa memberikan kontribusi yang berarti kepada negara lain, berbekal pengalaman Indonesia yang juga pernah dibantu oleh negara-negara maju.

Fokus utama kerja sama ini adalah menangani dampak perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut, yang mempengaruhi banyak negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Kepulauan Solomon. Selain itu, Indonesia berharap dapat memperluas kerjasama dalam sektor ekonomi biru dan pariwisata, khususnya dalam pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.

Dalam konteks kerja sama dengan Republik Demokratik Kongo, Indonesia berperan aktif dalam Global Partnership for Effective Development Co-operation (GPEDC) sebagai ketua bersama. Keduanya berencana untuk memperkuat perencanaan pembangunan dan pengelolaan kependudukan, serta mengatasi tantangan perencanaan hijau seiring dengan upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 51 persen pada tahun 2045.

Kedua negara juga melihat potensi besar untuk berkolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan dan mobilitas listrik, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di masing-masing negara. 

"Kami bertemu untuk belajar. Mereka ingin belajar bagaimana Indonesia menyusun perencanaannya dan mereka mengirim ahli ke sini. Kita juga belajar dari mereka yang kaya sekali akan SDA. Jadi, kerja sama kita vice versa," tutup Suharso Monoarfa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.