Berita

Unik, Pengantin di Magelang Langsungkan Nikah di Atas Motor Trail

Rabu, 28 Februari 2024 - 19:39
Unik, Pengantin di Magelang Langsungkan Nikah di Atas Motor Trail Pasangan mempelai bergantian mengucapkan ijab kabul di atas motor trail. (FOTO: Sulistiyo/TIMES Indonesia)

TIMES BALI, MAGELANG – Fortais (Forum Ta'aruf Indonesia) Yogyakarta dan PB Fashion Tempuran mengadakan acara nikah massal.

Memiliki tema "Berbeda dan Bersatu Bangun Negeri Saklawase", pernikahan massal yang mendapat dukungan, KUA Kecamatan tempuran, Universitas Muhammadiyah Magelang, SMK Muhammadiyah Bandongan dan MUA (make up artis) dilaksanakan di PB fashion, Jalan Magelang - Purworejo Km 15 Sidoagung, Tempuran, pada Rabu (28/2/2024).

Pernikahan massal ini dikemas dengan konsep unik dan pertama di Indonesia. Para pengantin melakukan pernikahan di atas motor trail.

“Pernikahan unik ini baru pertama kali diadakan di Indonesia, bahkan dunia. Para mempelai mengucapkan janji sucinya di atas motor Trail,” terang ketua Fortais, RM Ryan Budi Nuryanto.

Ryan Budi menambahkan, bahwa Fortais ingin berbagi dengan masyarakat untuk melangsungkan prosesi nikah pada umumnya.

Nikah-di-Atas-Motor-2.jpgDi atas motor Trail, mempelai terlihat gembira menunjukkan buku nikah, usai mengucapkan ijab kabul. (FOTO: Sulistiyo/TIMES Indonesia)

“Masih banyak masyarakat yang belum bisa menikah karena terkendala berbagai hal karena itu kita mencoba memberikan fasiltas gratis, seperti make up, mahar, bahkan dokumentasinya,” imbuhnya.

Ada 4 pasangan yang mengikuti acara nikah massal terebut yaitu, Sri Wahyuni (34) warga Semanu, Gunungkidul dengan Achmad Wastoni (33), warga Ngluwar, Kabupaten Magelang. Kemudian, Siti Mufadilah (44), warga Tempuran, dipersunting Achmad Yasir (42), warga Tempuran, Kabupaten Magelang. Berikutnya, Suryani (43), warga Tempuran dipersunting M Ismail (64), dari Tempuran. Terakhir, Widiani (32), warga Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang dinikahi Deri Sytadi (27), warga Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Mas kawin atau mahar dalam prosesi pernikahan tersebut adalah seperangkat alat salat, beras 10 kilogram dan uang tunai Rp29 ribu.

Adapun ijab kabul pasangan pengantin itu dipandu oleh Kepala KUA Kecamatan Tempuran, Muhammad Hakim.

Sebelum dilangsungkan ijab, pasangan pengantin diarak dengan motor trail. Kemudian, prosesi ijab kabul juga dilangsungkan di atas motor trail, baik penghulu maupun calon pengantin secara bergantian berada di atas motor. (*)

Pewarta : Hermanto
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bali just now

Welcome to TIMES Bali

TIMES Bali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.