https://bali.times.co.id/
Berita

Hujan Lebat Rawan Picu Banjir Lumpur, Wisata dan Sungai di Banyumas Berisiko

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:12
Hujan Lebat Rawan Picu Banjir Lumpur, Wisata dan Sungai di Banyumas Berisiko Keindahan panorama wisata Baturraden Purwokerto di lereng gunung Slamet sirna akibat banjir lumpur disertai bongkahan kayu dari puncak, nampak sebongkah kayu mengotori air (FOTO: Sutrisno/TIMES Indonesia)

TIMES BALI, BANYUMAS – Pengelola wisata di kawasan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (25/2026) mulai memprioritaskan upaya pemulihan menyusul banjir lumpur parah yang melanda sejumlah wilayah kaki Gunung Slamet, Sabtu dini hari sebelumnya .

Sejumlah destinasi wisata air dihentikan sementara operasionalnya sambil menunggu kondisi dinyatakan aman. Banjir yang membawa material lumpur, pasir, dan potongan kayu dari hulu sungai menyebabkan perubahan kontur kolam alami dan aliran air di beberapa objek wisata. 

Kondisi ini dinilai berisiko bagi keselamatan pengunjung jika aktivitas wisata tetap dibuka. Manager Klaster Banyumas PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis, Farachin, mengatakan penutupan dilakukan sembari tim melakukan pembersihan dan penataan ulang area terdampak.

"Kami fokus pada pemulihan lingkungan dan memastikan seluruh titik wisata benar-benar aman sebelum dibuka kembali,"kata Farachin.

wisata-Baturraden-Purwokerto-a.jpg

Sejumlah destinasi wisata alam yang terdampak antara lain Curug Tirtasela dan Telaga Sunyi di Baturraden, Curug Gomblang di Kecamatan Kedungbanteng, serta Curug Cipendok di Kecamatan Cilongok. 

Ditambahkan Farachin, material lumpur membuat beberapa kubangan air menyusut dan perlu penanganan khusus.

Selain kawasan Baturraden, kondisi serupa juga terjadi di objek wisata Damar Payung, Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang. Aktivitas body rafting dan tubing terpaksa dihentikan karena air Sungai Pelus masih keruh dan dipenuhi sisa material banjir.

Pengelola Damar Payung, Parno, menyebut proses pembersihan masih berlangsung agar lokasi dapat kembali dimanfaatkan. "Material lumpur dan kayu masih banyak, jadi belum memungkinkan untuk kegiatan wisata,” ujarnya.

Banjir lumpur akibat hujan intensitas tinggi di kawasan Gunung Slamet ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga merugikan petani ikan di wilayah selatan Banyumas akibat kematian ikan di kolam budidaya.

Pengelola wisata berharap proses pemulihan dapat berjalan lancar sehingga aktivitas pariwisata Baturraden dan sekitarnya kembali normal dalam beberapa pekan mendatang.

Sementara pihak BPBD Kabupaten Banyumas melalui pesan singkat pers dan mitra mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpotensi terjadi di kawasan hulu sungai Gunung Slamet. 

Warga diminta sementara waktu membatasi aktivitas di sungai maupun bantaran sungai, termasuk mandi, mencuci, memancing, hingga bermain di aliran air, guna menghindari risiko banjir bandang dan arus deras yang dapat membahayakan keselamatan.

Selain itu, masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi aliran sungai. Warga diminta segera menjauhi area sungai apabila hujan lebat terjadi, sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan debit air secara tiba-tiba demi menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. (*)

Pewarta : Sutrisno
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bali just now

Welcome to TIMES Bali

TIMES Bali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.