Dukung Ketahanan Pangan, P2L Kota Madiun Berbagi Teknik Bertanam Hidroponik
TIMES Bali/Pegiat P2L Madiun Lor memaparkan teknik bertanam hidroponik. (Foto: Yupi Apridayani/TIMES Indonesia)

Dukung Ketahanan Pangan, P2L Kota Madiun Berbagi Teknik Bertanam Hidroponik

Lahan terbatas bukan penghalang bertanam sayur mayur. Teknik bertanam hidroponik menjadi salah satu solusi. Metode bertanam dengan media air ini salah satunya dikembangkan kelompok pekarangan pangan lestari (P2L) Kelurahan Madiun Lor, Kota Madiun.

TIMES Bali,Minggu 2 Februari 2025, 21:58 WIB
233.6K
Y
Yupi Apridayani

MADIUN – Lahan terbatas bukan penghalang bertanam sayur mayur. Teknik bertanam hidroponik menjadi salah satu solusi. Metode bertanam dengan media air ini salah satunya dikembangkan kelompok pekarangan pangan lestari (P2L) Kelurahan Madiun Lor, Kota Madiun.

Pegiat P2L juga berbagi cara bertanam hidroponik lewat kegiatan outclass di area Festival Suwiri Sayur di Lapak Pesona, Kelurahan Madiun Lor. Pelatihan singkat tersebut diikuti sejumlah peserta dari Kota Madiun dan sekitarnya. Mereka mengaku belum pernah bertanam hidroponik dan ingin memulai setelah paham tekniknya.

"Tanaman hidroponik relatif mudah dan murah. Serta tidak membutuhkan lahan yang luas," jelas Sas Dwi Hartatik pemateri outclass bertanam hidroponik, Minggu (2/2/2025).

Menurut Sas, kunci keberhasilan bertanam hidroponik adalah menjaga PH air sebagai media tanam dan pemberian nutrisi berupa pupuk cair. Bagi pemula, bertanam hidroponik bisa dilakukan dengan model budikdamber (budidaya ikan dalam ember).

"Jadi bertanam sayur sekaligus beternak ikan dalam ember. Media air bisa dipakai bersamaan," jelasnya.

article
Peserta outclass diajak melihat langsung kebun hidroponik yang dikelola P2L Madiun Lor. (Foto: Yupi Apridayani/TIMES Indonesia)

Saat pelatihan, peserta juga ditunjukkan peralatan, jenis bibit dan pupuk cair yang dipakai untuk bertanam hidroponik. Serta diajak langsung ke lokasi tanaman hidroponik yang dikelola P2L Kelurahan Madiun Lor.

"Walaupun hanya di halaman atau pekarangan rumah, bertanam hidroponik bisa menghasilkan keuntungan," ungkap Sas.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan bisa memulai bertanam hidroponik. Dengan jejaring yang baik, hasil budidaya tanaman hidroponik akan memiliki pasar yang prospektif.

Terlebih saat ini pemerintah sedang menggalakkan ketahanan pangan. Melalui P2L atau bertanam mandiri bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat khususnya sayur mayur.

"Festival Suwiri Sayur diharapkan bisa menjadi salah satu market hasil panen P2L atau warga yang bertanam secara mandiri, " tegas Sas yang berpengalaman sebagai pegiat P2L.

Outclass bertanam hidroponik merupakan bagian kegiatan Festival Suwiri Sayur yang menjadi agenda rutin Lapak Pesona. Kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok P2L, paguyuban lapak UMKM Pesona dan karang taruna tersebut digadang jadi destinasi wisata lokal di wilayah Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yupi Apridayani
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.