Indonesia Tuan Rumah Kongres Pemasyarakatan Dunia ke-7 di Bali, Bahas Restorative Justice
Menteri Imipas Agus Andrianto membuka Kongres Pemasyarakatan Dunia terkait percobaan dan pembebasan bersyarat (WCPP) ke-7 di Bali, Selasa (14/4/2026). (Foto: ANTARA/HO-Humas Kemenimipas)

Indonesia Tuan Rumah Kongres Pemasyarakatan Dunia ke-7 di Bali, Bahas Restorative Justice

Menteri Imipas Agus Andrianto membuka Kongres Pemasyarakatan Dunia (WCPP) ke-7 di Bali. Fokus pada transformasi keadilan restoratif dan reintegrasi sosial.

TIMES Bali,Selasa 14 April 2026, 23:09 WIB
1.2K
A
Antara

BaliIndonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sistem pemasyarakatan melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto saat membuka Kongres Pemasyarakatan Dunia terkait Percobaan dan Pembebasan Bersyarat (WCPP) ke-7 di Bali, Selasa (14/4/2026).

“Sistem pemasyarakatan tidak lagi semata tentang pemenjaraan, tetapi juga tentang pemulihan,” ujar Agus Andrianto dalam keterangan resminya.

Agus menjelaskan, transformasi ini selaras dengan tema WCPP ke-7, yakni "Getting Smart on Justice: Healing Hearts and Safer Societies" (Mewujudkan Keadilan yang Cerdas: Memulihkan Hati dan Menciptakan Masyarakat yang Lebih Aman). Tema tersebut mencerminkan pergeseran sistem pemasyarakatan global menuju pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data.

Jenderal polisi bintang tiga tersebut menekankan pentingnya reintegrasi sosial, di mana hukum tidak lagi berorientasi pada pembalasan. “Pemulihan tidak hanya bagi pelaku, tetapi juga korban dan masyarakat. Tujuannya memulihkan hubungan sosial yang sempat terputus,” tambahnya.

Peran Strategis Balai Pemasyarakatan

Mantan Wakapolri ini juga menyoroti peran strategis Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam pembinaan dan pengawasan. Langkah ini dianggap krusial untuk memutus mata rantai residivisme (pengulangan tindak pidana) serta menciptakan harmoni antara warga binaan dan penegak hukum.

WCPP ke-7 di Bali dihadiri oleh 400 delegasi dari 44 negara yang terdiri dari praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan. Forum ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan model pembinaan ideal serta menghasilkan rujukan praktik terbaik (best practices) di tingkat global, khususnya terkait pidana alternatif.

“Dipilihnya Bali tidak terlepas dari nilai budayanya yang merepresentasikan wajah Indonesia; kearifan lokal yang berjalan seiring dengan kemajuan zaman," kata Agus.

Karya Warga Binaan Mendunia

Dalam rangkaian kongres yang berlangsung selama empat hari (14–17 April 2026) ini, Agus juga mengapresiasi keterlibatan warga binaan pemasyarakatan. Produk-produk karya mereka turut dipamerkan kepada para delegasi internasional.

“Keterlibatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk tetap produktif sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas," tuturnya.

Melalui forum ini, Indonesia membuka ruang masukan dari berbagai negara terkait pola pembinaan. Hal ini sejalan dengan perubahan paradigma pemidanaan di tanah air yang bergeser ke arah pemulihan dan kerja sosial, sebagaimana tercermin dalam pembaruan KUHP dan KUHAP. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.