Cegah Pneumonia pada Anak, Dinkes Bali Targetkan Temuan 9.138 Kasus Tahun Ini
Dinas Kesehatan Provinsi Bali memperketat pengawasan terhadap kasus pneumonia pada balita. Tercatat 155 kasus pada Januari 2026, orang tua diimbau mengenali gejala awal dan melengkapi imunisasi anak.
Bali – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mulai memperketat langkah deteksi dini dan edukasi publik terkait ancaman pneumonia pada balita. Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan penanganan medis sekaligus menekan angka penyebaran penyakit pernapasan tersebut di Pulau Dewata.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa gejala pneumonia sering kali tampak sederhana pada awalnya, namun bisa berakibat fatal jika diabaikan.
“Gejala pneumonia berawal dari batuk dan pilek disertai demam. Jika tidak segera ditangani dengan baik, kasus itu dapat berkembang menjadi sesak napas,” ungkap Raka Susanti di Denpasar, Kamis (19/2/2026).
Waspadai Tanda Bahaya pada Anak
Raka mengingatkan para orang tua untuk lebih jeli melihat tanda-tanda fisik pada balita. Beberapa indikator bahaya yang perlu diwaspadai antara lain frekuensi napas yang lebih cepat dari kondisi normal, hingga adanya tarikan pada cuping hidung saat bayi bernapas.
Secara medis, pneumonia pada balita umumnya dipicu oleh Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang memburuk, di mana faktor cuaca sering kali menjadi pemicu utamanya. Sebagai langkah preventif, Dinkes mengimbau pemberian gizi seimbang, asupan vitamin, serta kelengkapan imunisasi bagi anak.
Data dan Target Temuan Kasus 2026
Berdasarkan data resmi, Dinkes Bali mencatat sebanyak 155 kasus pneumonia pada balita sepanjang Januari 2026. Angka ini merupakan bagian dari target penemuan kasus yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 9.138 kasus untuk sepanjang tahun ini di Bali.
“Ini kan memang perkiraan, kami memang ditarget untuk menemukan kasus pneumonia pada balita, jadi tahun 2026 angka estimasi kasus pneumonia 9.138 kami harus menemukan kasus,” jelasnya. Pemerintah pusat sendiri menargetkan setidaknya 50 persen dari estimasi tersebut dapat terdeteksi agar penanganan bisa dilakukan secara masif.
Adapun rincian sebaran 155 kasus pada bulan Januari adalah sebagai berikut:
-
Tabanan: 55 kasus (Estimasi tahunan: 3.074 kasus)
-
Klungkung: 44 kasus (Estimasi tahunan: 172 kasus)
-
Denpasar: 34 kasus (Estimasi tahunan: 1.259 kasus)
-
Buleleng: 22 kasus (Estimasi tahunan: 744 kasus)
Sementara itu, wilayah seperti Jembrana, Badung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem tercatat belum melaporkan adanya temuan kasus pneumonia pada anak hingga saat ini.
Kesiapan Fasilitas Kesehatan
Meski terdapat 155 kasus di awal tahun, Raka menyebut angka tersebut belum menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Namun, ia mendorong agar rumah sakit di seluruh daerah lebih aktif melapor, mengingat adanya perbedaan jumlah kasus yang cukup mencolok antar-kabupaten.
Dinkes Bali menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Bali telah siap menangani kasus pneumonia balita. Jika ditemukan tren peningkatan kasus di bulan-bulan mendatang, intervensi berupa komunikasi risiko dan penyelidikan epidemiologi akan segera dilaksanakan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




