Dishub Bali, Pelabuhan Gilimanuk Bebas Antrean Panjang Selama Libur Imlek
Dishub Bali melaporkan arus lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk tetap lancar selama libur Tahun Baru Imlek 2026. Volume kendaraan tercatat stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
denpasar – Dinas Perhubungan atau Dishub Bali mengonfirmasi bahwa arus lalu lintas di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk tetap terkendali dan bebas dari kemacetan panjang selama periode libur Tahun Baru Imlek 2026. Kondisi ini terpantau stabil meskipun memasuki puncak liburan.
Kepala Dishub Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya penumpukan kendaraan di pintu masuk pelabuhan yang biasanya menjadi titik rawan kepadatan.
“Sejauh ini tidak terjadi kemacetan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, kalau di pintu masuk melalui penyeberangan Gilimanuk kemacetan biasanya terjadi saat arus mudik lebaran,” terang Kadek Mudarta di Denpasar, Selasa (17/2/2026).
Volume Kendaraan Stabil
Berdasarkan data operasional, volume kendaraan yang keluar-masuk Pulau Dewata menjelang puncak Imlek pada Minggu (15/2) tidak menunjukkan kenaikan yang drastis jika dibandingkan dengan rata-rata harian normal.
Tercatat rata-rata kendaraan yang masuk ke Bali pada periode 1-15 Februari 2026 sebanyak 5.557 unit, yang terdiri dari 1.544 kendaraan roda dua dan 4.013 kendaraan roda empat. Sementara itu, pada puncak arus kedatangan tanggal 15 Februari, jumlahnya hanya naik tipis menjadi 6.788 unit.
“Berdasarkan data Korsatpel Gilimanuk dan Perhitungan Traffic Counting yang dilakukan BPTD Kelas II Bali, secara umum tidak ada lonjakan signifikan kendaraan yang masuk Bali selama libur Imlek,” ungkap Mudarta.
Prediksi Kepadatan di Bulan Maret
Pihak Dishub menilai kondisi yang cenderung landai ini disebabkan oleh faktor waktu. Libur Imlek kali ini berdekatan dengan momentum besar lainnya pada bulan depan, yakni Hari Raya Nyepi dan Lebaran.
“Kemacetan pada jalur Pelabuhan Gilimanuk baru akan terjadi bulan Maret, mengingat Imlek kali ini hanya berjarak satu bulan dari libur panjang lebaran dan Nyepi,” tambahnya.
Kondisi serupa juga terlihat pada arus kendaraan yang meninggalkan Bali. Rata-rata kendaraan keluar periode 1-15 Februari tercatat sebanyak 5.471 unit. Angka tertinggi keberangkatan terjadi pada 14 Februari dengan total 6.549 unit kendaraan.
Pengawasan Jalur Wisata
Selain fokus pada area penyeberangan, Dishub Bali juga tetap mengawasi jalur darat menuju Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) guna mengantisipasi kepadatan lokal.
“Hingga saat ini di simpang yang dipantau Dishub Bali seperti sepanjang By Pass Ngurah Rai juga relatif lebih landai dibandingkan dua hari kemarin, sementara di objek wisata ditangani dinas perhubungan kabupaten/kota,” pungkas Mudarta.
Hingga saat ini, jajaran Dishub terus disiagakan untuk mengawal kelancaran arus lalu lintas hingga masa arus balik libur Imlek berakhir. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




