Kopi TIMES

Humas, Most Stressful Job

Rabu, 25 Januari 2023 - 15:00
Humas, Most Stressful Job Sarjono, S.I.Kom, Penulis adalah Pranata Humas Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU.

TIMES BALI, LOMBOK – Dalam era keterbukaan informasi publik berjibun cepatnya arus informasi telah mengkatalis kiprah praktisi humas pemerintah semakin penting. Peran strategisnya bukan main: komunikator publik, agenda setting, mediator, analisator isu publik dan kreator iklim sosial.

Melihat peran-peran tersebut, memestikan seorang praktisi humas pemerintah memiliki kemampuan holistik baik yang bersangkut paut instansi, regulasi, maupun dinamika politik dan pemerintahan. Artinya saat ini praktisi humas tidak lagi dianggap hanya petugas administratif (kliping pemberitaan, peliputan, dokumentasi foto, mengadakan konferensi pers, atau pembawa acara).

Artinya tuntutan betul-betul berfikir strategis dan dapat menguasai hal teknis-operatif seakan-akan telah mutlak menjadi syarat seorang praktisi humas pemerintah.

Bisa dibayangkan, dalam kedudukan komunikator publik, pranata humas bertanggung jawab mengamankan kebijakan institusi, memberi layanan publik yang ramah, mendiseminasi konten informasi kepada khalayak. Tugas yang mendudukkan praktisi humas memahami strategi diseminasi informasi yang tepat dan menyemai kesejukan. Harapannya adalah masyarakat dapat memberi dukungan atas kinerja badan publik dan meningkatnya "trust" masyarakat kepada pemerintah.

Kemudian, dalam kerja-kerja agenda setting, memosisikan praktisi humas membuat perencanaan kegiatan kehumasan yang tepat. Menghendakinya tidak saja sibuk pada urusan-urusan teknis seperti penyiapan tempat acara, setting forum, peliputan dan pendampingan pimpinan ketika bepergian. Tanggung jawab yang mengharuskan mengemas agenda setting dengan manajerial yang baik. Pun dalam pelaksanaan peran mediator, mereka dimestikan bertungkus lumus sebagai narahubung kepentingan instansi di satu sisi, sebaliknya, menampung aspirasi dan memberi atensi atas keinginan-keinginan publik termasuk insan media di lain sisi. 

Berikutnya, kreator iklim sosial, praktisi humas harus memutar otak menentukan formula jitu pelaksanaan perannya untuk menciptakan iklim yang kondusif dalam segenap hiruk pikuk dinamika pembangunan sejurus irama masa.

Demikian halnya dalam tugas analisator isu publik, praktisi humas mesti berlintang pukang menganalisis isu-isu yang terjadi di masyarakat maupun di media massa, disamping melakukan riset-riset kehumasan.

Terlebih diera kini, perkembangan dunia kehumasan telah mengalami perubahan dan kemajuan seiring dentuman masa. Memacu pekerjaan kehumasan lebih banyak pada aktivitas yang menghasilkan produk kehumasan.

Menjalankan kerja-kerja tupoksikal berikut seabrek problem terkait kehumasan bukan saja terletak pada pemeranan tugas yang melekat, tapi perlu ditopang pula dengan infrastruktur dan suprastruktur yang memadai maupun sinergi kolegial yang menjiwai.

Peran praktisi humas diseyogiayakan bisa mengamati lingkungan internal maupun eksternal dengan cermat, menyusun analisis, rekomendasi, laporan berkala dan insedentil untuk disampaikan kepada pimpinan.

Praktisi humas juga mesti mengendalikan dan mengarahkan pemberitaan. Pasalnya, era sekarang, masyarakat kian kritis dan berkepentingan atas informasi dalam setiap segmen informasi. Dalam konteks ini, praktisi humas mesti menyampaikan pesan yang jelas, akurat dan aktual dengan cara yang benar sehingga dapat diterima dengan baik oleh khalayak (publik). Tugas strategis lain, membangun opini publik yang meneduhkan di tengah masyarakat baik mengenai pemerintah maupun penyelenggaraan roda pemerintahan.

Cengli, parameter kiprah praktisi humas publik dalam menjalankan tugas-tugas kehumasan tersimpul dalam tiga kegiatan, yaitu menyampaikan penerangan kepada publik mengenai kebijakan berpemerintahan, membangun relasi mutualistik dengan media, serta melakukan monitoring dan analisis isu publik terkait kebijakan berpemerintahan.

***

*) Oleh: Sarjono, S.I.Kom, Penulis adalah Pranata Humas Muda Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bali just now

Welcome to TIMES Bali

TIMES Bali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.