https://bali.times.co.id/
Gaya Hidup

Spirit Senin: Merajut Takdir dengan Pikiran Positif

Senin, 08 Juli 2024 - 11:29
Spirit Senin: Merajut Takdir dengan Pikiran Positif Ilustrasi. (Foto: Open AI)

TIMES BALI, JAKARTA – Semua perusahaan, lembaga atau bahkan pribadi selalu punya keinginan jangka pendek, menengah, dan panjang. Keinginan itu diwujudkan dalam perencanaan  matang. Goalnya memenuhi target dan sukses.

Itu semua keinginan manusia. Namun perlu juga dilihat bagaimana kehendak Ilahi, Tuhan Yang Maha Esa. Apakah sama keinginan Ilahi itu dengan keinginan kita, manusia! 

Karenanya kita pun harus menyamakan keinginan Ilahi dan keinginan kita. Sehingga klik! Sukses barakah!

Memulai dari Pikiran Positif

Dalam lautan kehidupan yang penuh gelombang, takdir kerap kali dianggap sebagai angin yang tak dapat dikendalikan. Ibaratnya, nasib itu seperti layang-layang yang diterbangkan oleh tangan tak terlihat. 

Namun, bagi mereka yang memahami kekuatan pikiran, takdir adalah benang yang dapat dirajut dengan kesadaran. Pikiran positif adalah jarum yang menenun kehidupan menuju arah yang lebih baik, menjadikannya harmonis dan penuh makna.

Pikiran positif bukan hanya sekadar pelarian dari kenyataan, melainkan fondasi yang kuat bagi setiap langkah. Seperti biji yang ditanam dalam tanah subur, pikiran yang baik akan tumbuh menjadi kata-kata positif. Setiap kata yang terucap adalah bunga dari pohon pikiran, mengirimkan aroma kebaikan ke sekelilingnya. 

Kata-kata yang terjalin dari pikiran positif ibarat doa yang dilantunkan kepada semesta. Menggetarkan setiap sudut dengan resonansi harapan dan semangat.

Kata-kata positif, pada gilirannya, adalah pembentuk perilaku. Bayangkan seorang pelukis yang dengan penuh kesabaran melukis kanvas kosong, setiap goresan kuas adalah manifestasi dari pikiran yang tersembunyi. Demikian pula, perilaku adalah lukisan dari kata-kata yang kita pilih. Perilaku positif adalah kuas yang menorehkan warna-warna cerah dalam kanvas kehidupan, menciptakan gambar yang indah dan bermakna.

Dari perilaku, terbentuklah kebiasaan. Kebiasaan positif adalah aliran sungai yang terus mengalir, membawa kehidupan kepada semua yang dilaluinya. Kebiasaan yang baik tidak terjadi dalam sekejap, melainkan hasil dari tetesan-tetesan perilaku yang konsisten. Seperti batu yang terukir oleh tetesan air, kebiasaan yang positif adalah hasil dari komitmen terhadap pikiran dan kata-kata yang membangun.

Kebiasaan yang telah tertanam kuat menjadi nilai. Nilai-nilai positif adalah akar pohon kehidupan yang kokoh, menancap dalam tanah dan tidak mudah tergoyahkan. Mereka adalah kompas yang memandu setiap langkah, memastikan arah yang ditempuh adalah jalan kebaikan. 

Nilai-nilai positif adalah harta yang tidak ternilai, warisan yang dapat diberikan kepada generasi berikutnya, membawa cahaya dalam setiap langkah mereka.

Akhirnya, nilai-nilai positif yang tertanam dalam diri menjadi takdir. Takdir bukan lagi angin liar yang tak terarah, melainkan kapal yang berlayar menuju tujuan yang jelas. Takdir yang terbentuk dari pikiran positif adalah bukti bahwa manusia memiliki kekuatan untuk membentuk nasibnya sendiri. Setiap pikiran, setiap kata, setiap perilaku, setiap kebiasaan, dan setiap nilai adalah benang yang merajut takdir menjadi permadani kehidupan yang indah.

Seni Memahami Takdir

Di balik segala usaha manusia, ada kehendak Ilahi yang Maha Kuasa. Seperti firman Allah dalam surat Yasin ayat 82: "Innama amruhu idza araada syaian an yaquula lahuu kun fayakun", yang berarti: "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia." 

Kehendak Tuhan adalah penentu akhir dari setiap usaha manusia. Menunjukkan bahwa di atas segala usaha dan pikiran positif, ada kekuatan Maha Tinggi yang menentukan hasil akhirnya.

Mengubah takdir adalah seni hidup, seni yang dimulai dari pikiran. Pikiran yang baik adalah awal dari segalanya. Dengan pikiran positif, kata-kata yang terucap akan menjadi mantera kebahagiaan, perilaku menjadi tindakan penuh kebaikan, kebiasaan menjadi pilar kehidupan, nilai-nilai menjadi warisan yang tak ternilai, dan takdir menjadi tujuan yang tercapai. 

Jadikan pikiran sebagai sumber energi positif, dan saksikanlah bagaimana kehidupan berubah menjadi lebih baik, lebih bermakna, dan lebih indah.

Kehidupan adalah kanvas kosong, setiap individu adalah pelukisnya. Kuas yang digunakan adalah pikiran, catnya adalah kata-kata, dan gambar yang tercipta adalah hasil dari perilaku, kebiasaan, dan nilai-nilai. Pilihlah warna dengan bijak, goreskan dengan penuh kesadaran, dan ciptakanlah takdir yang indah. 

Pikiran positif adalah kunci. Dan takdir yang baik adalah hasil akhirnya. 

Teruslah merajut, teruslah melukis, dan biarkan setiap benang dan goresan membawa menuju takdir yang gemilang, selalu dalam naungan kehendak Ilahi yang Maha Bijaksana. (*)

* Penulis adalah Khoirul Anwar, pengurus LTN PBNU.

Pewarta : Khoirul Anwar
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bali just now

Welcome to TIMES Bali

TIMES Bali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.