Capsaicin dalam Makanan Pedas, Ini Efeknya bagi Metabolisme Tubuh
TIMES Bali/Sejumlah penelitian menunjukkan kandungan capsaicin pada cabai dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat.

Capsaicin dalam Makanan Pedas, Ini Efeknya bagi Metabolisme Tubuh

Makanan pedas dapat memberikan dorongan kecil bagi metabolisme sekaligus menawarkan berbagai manfaat kesehatan lain.

TIMES Bali,Kamis 22 Januari 2026, 03:55 WIB
214.5K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAMakanan pedas kerap dipilih karena sensasi hangat dan rasa yang menggugah selera. Namun di balik itu, makanan pedas juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada metabolisme saat kita mengonsumsi makanan pedas? Berikut ulasannya. 

Kandungan Pedas dan Manfaat Kesehatan

Senyawa utama yang membuat makanan terasa pedas adalah capsaicin, yang banyak ditemukan pada cabai seperti jalapeño, serrano, dan habanero. Menurut Patricia Bannan, ahli gizi dan penulis buku From Burnout to Balance, capsaicin berkaitan dengan berbagai efek positif bagi tubuh.

“Capsaicin dikaitkan dengan penurunan peradangan, perbaikan sirkulasi darah, pengaturan nafsu makan, serta potensi manfaat bagi kesehatan jantung,” ujar Bannan.

Sejumlah penelitian menunjukkan capsaicin dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) pada penderita sindrom metabolik. Pada perempuan, senyawa ini juga dikaitkan dengan penurunan kadar trigliserida. Selain itu, konsumsi makanan pedas secara rutin juga dikaitkan dengan proses penuaan biologis yang lebih lambat, terutama yang berhubungan dengan metabolisme dan fungsi ginjal.

Para peneliti menilai sifat antiinflamasi dan antioksidan pada makanan pedas berperan penting dalam mendukung kesehatan jangka panjang. Dari sisi pola makan, rasa pedas juga dapat membantu meningkatkan cita rasa makanan sehat tanpa perlu tambahan garam atau gula berlebih.

Apa Pengaruh Makanan Pedas terhadap Metabolisme?

Metabolisme adalah proses tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi. Saat mengonsumsi makanan pedas, metabolisme dapat sedikit meningkat melalui mekanisme yang disebut termogenesis—proses produksi panas tubuh yang membakar kalori.

“Capsaicin memicu peningkatan kecil dan sementara pada pembakaran kalori serta dapat meningkatkan oksidasi lemak,” jelas Bannan. Artinya, tubuh membakar sedikit lebih banyak energi setelah mengonsumsi makanan pedas dibandingkan makanan biasa.

Meski demikian, efek ini tidak berlangsung lama dan besarnya relatif kecil. Beberapa studi juga menunjukkan hasil yang beragam, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan dampak jangka panjangnya terhadap berat badan dan obesitas.

Ia juga menegaskan bahwa makanan pedas bukan solusi instan untuk meningkatkan metabolisme. “Manfaat metabolik terbesar tetap berasal dari pola makan seimbang, asupan protein yang cukup, aktivitas fisik—terutama latihan kekuatan—tidur berkualitas, dan pengelolaan stres,” ujarnya.

Makanan pedas dapat memberikan dorongan kecil bagi metabolisme sekaligus menawarkan berbagai manfaat kesehatan lain. Namun, efeknya bersifat pendukung, bukan utama. Mengombinasikan konsumsi makanan pedas dengan gaya hidup sehat tetap menjadi strategi terbaik untuk menjaga metabolisme dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.