TIMES BALI, JAKARTA – Rumah yang lembab sering kali bikin suasana jadi nggak nyaman. Selain itu, kelembaban berlebih juga bisa memicu pertumbuhan jamur, bau apek, bahkan masalah kesehatan seperti alergi dan gangguan pernapasan. Nggak mau, kan? Nah, kalau kamu ingin rumah tetap kering dan nyaman, yuk ikuti beberapa tips berikut!
1. Pastikan Ventilasi Udara Lancar
Sirkulasi udara yang baik adalah kunci utama untuk mengurangi kelembaban di dalam rumah. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Buka jendela setiap pagi agar udara segar bisa masuk.
- Gunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur untuk mengeluarkan udara lembab.
- Pasang ventilasi tambahan di ruangan yang cenderung lembab, seperti gudang atau ruang bawah tanah.
Dengan udara yang terus mengalir, tingkat kelembaban bisa berkurang dan rumah jadi lebih sehat.
2. Gunakan Dehumidifier atau Arang Aktif
Jika rumahmu memang sering lembab, pertimbangkan untuk menggunakan dehumidifier yang berfungsi menyerap kelembaban udara. Kalau kamu mencari alternatif yang lebih murah, gunakan arang aktif. Cukup letakkan arang dalam wadah terbuka di sudut ruangan, dan biarkan menyerap kelembaban secara alami.
3. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Rumah
Menjemur pakaian di dalam rumah bisa meningkatkan kadar kelembaban udara. Jika memungkinkan, jemurlah pakaian di luar ruangan atau di area yang memiliki ventilasi baik. Jika memang harus di dalam rumah, gunakan kipas angin atau exhaust fan untuk mempercepat proses pengeringan dan mencegah udara menjadi terlalu lembab.
4. Perhatikan Kebocoran Pipa dan Atap
Pipa bocor atau atap yang rembes bisa membuat rumah semakin lembab. Lakukan pengecekan secara berkala pada:
- Pipa di bawah wastafel
- Saluran air di kamar mandi
- Atap rumah saat musim hujan
- Tembok yang terlihat basah atau berjamur
Jika ada kebocoran, segera perbaiki sebelum masalah semakin parah!
5. Pilih Cat Dinding yang Anti Lembab
Gunakan cat dinding yang memiliki kandungan anti jamur dan anti lembab, terutama di area yang rentan seperti kamar mandi dan dapur. Selain itu, memilih warna cerah juga bisa membantu ruangan terasa lebih terang dan tidak pengap.
6. Letakkan Tanaman Penyerap Kelembaban
Tanaman tertentu bisa membantu mengurangi kelembaban udara secara alami, seperti:
- Lidah mertua (Sansevieria)
- Palem bambu
- Pakis Boston
- Peace lily
Selain mempercantik rumah, tanaman ini juga bisa membuat udara jadi lebih bersih dan segar.
7. Gunakan Kapur Serap Lembab
Kapur serap lembab yang sering dijual di supermarket bisa membantu mengurangi kelembaban di dalam lemari, kamar mandi, atau sudut ruangan yang sering terasa lembab. Cara penggunaannya mudah, cukup letakkan di area yang diperlukan dan ganti secara berkala.
8. Rajin Membersihkan Rumah
Rumah yang kotor dan berantakan bisa memperparah kondisi lembab karena debu dan kotoran bisa menyerap kelembaban. Pastikan kamu:
- Menyapu dan mengepel lantai secara rutin
- Membersihkan kamar mandi agar tidak berjamur
- Mengelap permukaan furnitur agar tidak berdebu
Dengan menjaga kebersihan, rumah jadi lebih sehat dan bebas dari kelembaban berlebih.
9. Gunakan Baking Soda untuk Menyerap Kelembaban
Baking soda nggak cuma buat bikin kue, lho! Bubuk ini juga bisa digunakan untuk menyerap kelembaban di ruangan kecil seperti lemari dan laci. Cukup letakkan dalam wadah terbuka dan ganti setiap beberapa minggu agar tetap efektif.
10. Pastikan Lantai Tetap Kering
Jika rumah sering terasa lembab, coba perhatikan kondisi lantai. Gunakan pel kering setelah mengepel dengan air, atau pasang karpet yang bisa menyerap kelembaban. Hindari menggunakan karpet berbahan tebal di ruangan yang kurang ventilasi, karena bisa menjadi sarang jamur.
Menjaga rumah agar tidak lembab itu penting untuk kenyamanan dan kesehatan. Mulai dari memastikan ventilasi udara yang baik, menggunakan dehumidifier atau arang aktif, hingga memilih cat anti lembab, semua bisa membantu mengurangi kelembaban berlebih. Dengan menerapkan tips-tips di atas, rumahmu bisa tetap kering, segar, dan bebas dari bau apek! (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tips Agar Rumah Tidak Lembab: Biar Nyaman dan Bebas Jamur
Pewarta | : Deasy Mayasari |
Editor | : Deasy Mayasari |