Mengandung Janin Selama 9 Tahun Wanita Asal Kongo Meninggal Dunia 
Gambar ini adalah hasil pemindaian janin. Ibu itu meninggal 14 bulan setelah datang ke AS karena kekurangan gizi yang parah. (FOTO: Daily Mail)

Mengandung Janin Selama 9 Tahun Wanita Asal Kongo Meninggal Dunia 

Seorang wanita berusia 50 tahun, asal Kongo, Afrika, meninggal dunia karena kekurangan gizi parah setelah mengandung janin selama sekitar 9 tahun. ...

TIMES Bali,Jumat 10 Maret 2023, 20:02 WIB
736K
W
Widodo Irianto

JAKARTASeorang wanita berusia 50 tahun, asal Kongo, Afrika, meninggal dunia karena kekurangan gizi parah setelah mengandung janin selama sekitar 9 tahun.

Wanita yang tak disebutkan namanya itu telah mengunjungi dokter di New York, Amerika Serikat dengan keluhan kram perut, gangguan pencernaan, dan suara gemericik setiap usai makan.

Menurut sebuah laporan yang dilansir The Mirror, dokter di rumah sakit AS melakukan pemindaian dan mengungkapkan janin itu diperkirakan berusia 28 minggu. Namun janin mati dan bersarang di perut bagian bawah wanita itu hingga menjadi bayi batu dan menekan dan menyumbat ususnya.

Bahkan setelah dia dipindahkan ke AS, saat ditawari untuk operasi, ibu itu juga menolak. Dia akhirnya meninggal karena kekurangan gizi yang disebabkan oleh janin yang menyumbat usus kecilnya

Dokter mengatakan dia meninggal karena kekurangan gizi parah, atau kelaparan. 

Dr Waseem Sous, ahli penyakit dalam di SUNY Upstate Medical University yang melaporkan kasus tersebut, mengatakan pasien menolak intervensi karena takut operasi dan memilih untuk pemantauan gejala.

"Sayangnya, dia meninggal karena malnutrisi parah dalam konteks obstruksi usus berulang karena lithopedion dan terus takut mencari perawatan medis," ujarnya.

Menulis di Journal of Medical Case Reports, dokter menyatakan bahwa pasien sal Kongo itu mempercayai bahwa kondisinya tersebut terkait dengan "mantra" yang dilemparkan padanya di Tanzania.

Sembilan tahun sebelumnya, ketika wanita Kongo itu pertama kali menyadari bahwa dia telah kehilangan anaknya, dia sempat dituduh membunuh bayinya oleh petugas medis di sebuah kamp pengungsian.

Insiden itu dilaporkan sehingga membuat wanita asal Kongo itu takut pada dokter dan sejak saat itu ia selalu menolak semua perawatan medis.

Wanita itu dilaporkan telah memberi tahu dokter di rumah sakit di AS, bahwa dia akan memberi tahu mereka ketika dia tidak takut mati dan siap untuk dioperasi. Namun, wanita itu meninggal 14 bulan setelah berada di Amerika Serikat.

Fenomena langka seperti ini tercatat kurang dari 300 kali terjadi, yakni janin berkembang di luar kandungan dalam keadaan meninggal saat hamil dan tidak dikeluarkan dari tubuh

Ini disebut-sebut diantara banyak komplikasi kehamilan yang memiliki dampak jangka panjang yang parah pada kesehatan ibu.

Akhirnya wanita berusia 50 tahun, asal Kongo, Afrika itu meninggal dunia karena kekurangan gizi parah saat di bagian perutnya bersarang janin yang sudah membatu selama 9 tahun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Widodo Irianto
|
Editor:Widodo Irianto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.