Berita

Iwan Budianto Resmi Mundur dan Tak Akan Lagi Masuk PSSI

Minggu, 15 Januari 2023 - 16:22
Iwan Budianto Resmi Mundur dan Tak Akan Lagi Masuk PSSI Pemilik saham PT AABBI sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMES BALI, MALANG – Pemilik saham terbesar di PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sekaligus sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, yakni Iwan Budianto akhirnya mengambil sikap pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.

Iwan yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023 memilih mundur dan tak lagi bersedia mencalonkan ataupun dicalonkan sebagai Exco PSSI di periode selanjutnya.

Pria yang akrab disapa IB ini membenarkan jika sikapnya mundur dan tak lagi terikat oleh PSSI akibat Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan 135 jiwa. Ia mengaku bahwa sikapnya ini sebagai bentuk tanggungjawab moral yang harus ia lakukan.

"Rasanya tidak elok dan tidak etik jika saya kembali duduk di Exco PSSI. Itu sebabnya saya tidak mau mencalonkan dan tidak bersedia dicalonkan lagi," ujar Iwan Budianto, Minggu (15/1/2023).

Selama ini pasca Tragedi Kanjuruhan, dirinya mengaku tak pernah tinggal diam. Iwan Budianto setiap kali terus membantu meringankan beban korban meninggal maupun luka dengan cara membuka Crisis Center di kantor Arema FC dan sudah membentuk tim trauma healing, bantuan dan pendataan di wilayah Malang Raya maupun Luar Malang.

Dengan keputusan yang diambil Iwan Budianto, ia memiliki harapan besar kepada siapapun yang menjabat di pengurus PSSI. Kedepan, kata IB, siapapun yang terpilih bisa menjalankan amanah untuk perbaikan sepakbola kedepan.

"Siapapun yang terpilih menjadi ketua umum, wakil ketua umum dan Exco PSSI periode 2023-2027 bisa menjalankan amanah yang telah diberikan oleh pemilik suara," ungkapnya.

Setelah kemundurannya dan tak lagi masuk dalam PSSI, Iwan Budianto akan berfokus memimpin pemulihan tim berjuluk Singo Edan yang ia nilai kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Iwan Budianto akan menjalin komunikasi dengan para keluarga korban, Aremania dan stakeholder sepakbola di Malang Raya untuk membicarakan masa depan Arema FC.

"Kami tidak henti untuk meminta maaf dan kami ingin bangkit bersama untuk menyembuhkan luka yang kita rasakan. Kami memaklumi dan memahami apapun respon yang ditujukan kepada kami. Namun, terimalah kami berikhtiar untuk berbenah dan meraih harapan baru," tuturnya.

Terpisah, Komisaris PT AABBI Tatang Dwi Arifianto menanggapi mundurkan IB dari jajaran PSSI. Ia mengaku, berbagai ujian terus menerus dihadapi oleh manajemen Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhan Malang.

Mulai dari hukuman komisi disiplin (Komdis) PSSI, hingga sejumlah efek-efek pasca Tragedi Kanjuruhan yang harus dihadapi Arema FC, yakni dari gugatan pidana maupun perdata.

"Hampir 80 persen karyawan dan pimpinan di Arema FC ini proaktif memberikan keterangan agar proses hukum berjalan obyektif. Kita sama juga berjuang mencari keadilan. Kita akui kita terpuruk, namun banyak pesan dan motivasi datang dari berbagai pihak, sehingga Arema FC harus mampu melewati ujian ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, kini pembukaan Calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI mulai dilakukan. Dari kabar yang beredar, Erick Tohir secara resmi telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.

Sedangkan, Ratu Tisha yang pernah menjabat sebagai Sekjen PSSI periode 2017-2020, kini secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bali just now

Welcome to TIMES Bali

TIMES Bali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.