Jarak Tempuh Lebih Dekat, Ini Larangan saat Melintas Jembatan Gantung Patihan Kota Madiun
TIMES Bali/Jembatan gantung Patihan kini bisa diakses warga untuk memperpendek jarak tempuh. (Foto : Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)

Jarak Tempuh Lebih Dekat, Ini Larangan saat Melintas Jembatan Gantung Patihan Kota Madiun

Setelah beberapa tahun terputus, akses warga Kelurahan Patihan, Kota Madiun menuju kelurahan tetangga di seberang Kali Bengawan Madiun kembali terbuka.

TIMES Bali,Selasa 7 Januari 2025, 09:31 WIB
419.2K
Y
Yupi Apridayani

MADIUNSetelah beberapa tahun terputus, akses warga Kelurahan Patihan, Kota Madiun menuju kelurahan tetangga di seberang Kali Bengawan Madiun kembali terbuka.

Pemkot Madiun membangun jembatan baru setelah jembatan penghubung lama rusak termakan usia. Jembatan berstruktur suspension bridge (jembatan gantung) itu kini sudah bisa dilewati.

Selain menghubungkan wilayah Kelurahan Patihan dan Sogaten yang terpisah sungai besar, keberadaan jembatan gantung Patihan tersebut juga memperpendek jarak tempuh ke beberapa fasilitas umum. Salah satunya ke RSUD Sogaten.

"Waktu jembatan lama rusak, kalau mau ke rumah sakit harus muter dulu lebih jauh, " ungkap Sri Sukasiningsih, warga Kelurahan Patihan.

article
Papan peringatan bagi warga saat melintas jembatan gantung Patihan. (Foto : Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)

Sebelum diresmikan, Sri mengaku sudah beberapa kalau lewat jembatan gantung Patihan. Baik  berjalan kaki maupun mengendarai sepeda motor. Dia merasakan nyaman dan aman saat melintasi jembatan baru itu.

"Aman-aman saja. Cuma ya harus pelan-pelan kalau berpapasan dengan motor lain, " tuturnya.

Posisi jembatan gantung Patihan berada tidak jauh dari jembatan lama. Namun, jembatan sepanjang 110 meter tersebut hanya bisa dilewati pengendara roda dua dan pejalan kaki saja. Di ujung jembatan terpasang papan peringatan bagi warga yang melintas.

Di papan tersebut tertulis larangan roda empat melintas kecuali ambulans. Kapasitas maksimum pejalan kaki adalah 40 orang dan diimbau untuk antri bergantian dan tidak berkelompok.

Warga juga dilarang bersandar di pembatas jembatan, foto selfie, berlarian dan melintas saat hujan deras atau banjir. Juga tercantum peringatan agar anak-anak dalam pengawasan orang tua saat menyeberang jembatan.

article
Peresmian jembatan gantung Patihan ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatangan prasasti. (Foto : Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)

Jembatan gantung Patihan diresmikan penggunaannya oleh PJ Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto pada Senin (6/1/2025). Peresmian secara simbolis ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirene.

"Pembangunan  jembatan Patihan ini memenuhi aspirasi warga untuk mempermudah akses dan membantu perputaran ekonomi warga Kelurahan Patihan dan Sogaten, " jelas Eddy Supriyanto usai peresmian.

Pembangunan jembatan gantung Patihan dibiayai dari APBD Kota Madiun. Jembatan sebelumnya yang ambrol pada 2021 lalu merupakan peninggalan masa pemerintahan kolonial yang digunakan untuk lalu litas kereta api menuju pabrik gula.

"Pemprov mengapresiasi karena jarang sekali pemerintahan kita atau kabupaten membiayai sendiri pembangunan jembatan, " ujar Eddy.

Selain mempermudah dan memperlancar mobilitas warga, jembatan gantung Patihan juga diharapkan bisa menjadi destinasi wisata. Selain estetika jembatan yang mendukung, ke depan akan dipasang lampu hias untuk penerangan sekaligus penghias.

Peresmian jembatan gantung Patihan, Kota Madiun juga dihadiri H Maidi selaku wali kota terpilih pada Pilkada 2024. Maidi diundang datang karena perencanaan pembangunan jembatan tersebut dilakukan saat dirinya masih menjabat sebagai wali kota. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yupi Apridayani
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.