TIMES BALI, DENPASAR – Sebagai langkah antisipasi mengacu pada banjir besar September 2025 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mulai memasang sistem peringatan dini (Early Warning System) banjir. Sebanyak enam lokasi prioritas di wilayah Denpasar telah dipilih untuk pemasangan perangkat alarm tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, merinci enam lokasi tersebut meliputi kawasan Tukad Badung (Pasar Kumbasari), Jembatan Pasar Bunga Wangaya, DAM Kontrol BWS OP3 Wangaya, Jembatan Wangaya Kampung Muslim, Jembatan Jalan Hasanudin, dan Jembatan Jalan Pekambingan.
“Pada enam titik itu prioritas, karena kami juga baru hanya bisa sediakan enam unit, ini disediakan BPBD Bali atas dukungan PLN dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB),” kata Gede Teja di Denpasar, Minggu (11/1/2026).
Inovasi Mandiri dan Cara Kerja Sensor
Penyediaan alat ini merupakan hasil inovasi internal BPBD Bali guna efisiensi biaya. Proses perakitan dan pengkajian lapangan telah dimulai sejak November 2025. Secara teknis, sensor ditempatkan di dalam sungai, sementara sirine berada di bagian atas.
“Ini dilakukan karena tidak beli ke perusahaan-perusahaan penyedia, jadi ini inovasi sendiri agar lebih efisien yang dilanjutkan dengan kajian lapangan menentukan tinggi masing-masing sensor, setelah berhasil, kami koordinasi ke PLN, ternyata PLN siap dukung,” jelasnya.
Sistem sirine ini bekerja secara bertahap berdasarkan ketinggian kenaikan air. Sebagai contoh, di area Pasar Kumbasari, peringatan akan berbunyi dalam tiga fase Sirine Pertama, air naik 30 cm dari level normal. Sirine Kedua, air naik lagi hingga 86 cm. Sirine Evakuasi, jika air naik lagi mencapai 150 cm.
“Jadi total perintah evakuasi bila air naik 266 cm, ini di Pasar Kumbasari, jadi tentu akan beda pada titik lainnya,” sambung Gede Teja.
Pemasangan alat ditargetkan tuntas pada 12 Januari 2026. Setelah instalasi selesai, BPBD Bali akan segera melakukan edukasi langsung kepada warga yang beraktivitas dalam radius 200 hingga 300 meter dari titik alarm.
“Jadi sejak awal Januari sudah mulai proses memasang target tanggal 12 Januari selesai, lanjut sosialisasi, setelah dipasang kami akan lanjut dengan sosialisasi makna peringatan agar dipahami masyarakat,” tutupnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: BPBD Bali Pasang Alarm Peringatan Dini di 6 Titik Rawan Banjir Denpasar
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |