TIMES Bali/Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (22/1/2025) (FOTO: ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

Perum Bulog mengumumkan keyakinannya dalam mencapai target serapan beras hingga 70 persen dari target awal dua juta ton pada puncak panen yang diperkirakan akan berlangsung dari Februari hingga Mei 2025.

TIMES Bali,Rabu 22 Januari 2025, 18:35 WIB
299.4K
A
Antara

JAKARTA – Perum Bulog mengumumkan keyakinannya dalam mencapai target serapan beras hingga 70 persen dari target awal dua juta ton pada puncak panen yang diperkirakan akan berlangsung dari Februari hingga Mei 2025.

Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono, menyatakan harapannya bahwa puncak panen ini akan memungkinkan mereka untuk menyerap sekitar 1,4 juta ton beras dari produksi total yang diproyeksikan mencapai lebih dari 15,8 juta ton. "Karena di puncak panen itu harapannya bisa menyerap 70 persen," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (22/1/2025).

Peningkatan Target Serapan dan Kolaborasi

Menanggapi target serapan terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar tiga juta ton, Bulog berkomitmen untuk bekerja keras dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah ini diambil untuk memastikan target tersebut dapat tercapai dengan efektif.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) dan Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI). Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat proses serapan beras melalui pengadaan gabah kering giling (GKG) dan pengolahan gabah kering panen (GKP).

Penguatan Cadangan Beras dan Proses Serapan

Kerjasama dengan AB2TI meliputi penguatan cadangan beras pemerintah, pengadaan gabah dan beras dari petani, serta penyaluran dan penjualan beras petani. Selain itu, kemitraan ini juga mencakup budi daya pertanian yang melibatkan mitra tani.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah telah meminta Bulog untuk menyerap tiga juta ton beras hingga April 2025. "Kemudian disepakati Bulog, tadi kami rapatnya agak panjang, memang harus membeli sebanyak tiga juta ton dalam waktu yang pendek ini, yakni Januari, Februari, Maret, dan April. Sebanyak tiga juta ton harus diserap dalam bentuk beras," jelasnya.

Dukung Kestabilan Pangan

Bulog juga akan membeli beras dari pabrik-pabrik yang telah bekerja sama, untuk memenuhi target serapan yang ditetapkan. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga beras di pasar dan memastikan ketersediaan beras yang cukup bagi masyarakat.

Dengan strategi, langkah matang dan kolaborasi yang solid, Perum Bulog optimistis dapat mencapai target serapan beras yang telah ditetapkan, serta mendukung ketahanan pangan nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.