Bikin Resah, Keberadaan Manusia Silver Kian Marak di Pacitan
TIMES Bali/Aksi minta-minta yang dilakukan manusia silver asal Gunungkidul di Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Bikin Resah, Keberadaan Manusia Silver Kian Marak di Pacitan

Fenomena manusia silver makin marak di Kabupaten Pacitan. Di Jalan Gatot Subroto, dua pria dengan tubuh dilapisi cat silver terlihat mendekati kendaraan untuk meminta uang. Keberadaan mereka juga kerap dikeluhkan masyarakat Pacitan.

TIMES Bali,Minggu 5 Januari 2025, 16:19 WIB
349.4K
Y
Yusuf Arifai

PACITANFenomena manusia silver makin marak di Kabupaten Pacitan. Di Jalan Gatot Subroto, dua pria dengan tubuh dilapisi cat silver terlihat mendekati kendaraan untuk meminta uang. Keberadaan mereka juga kerap dikeluhkan masyarakat Pacitan.

Manusia silver acapkali dianggap mengganggu ketertiban. Tubuh yang berlumuran cat silver dan bau menyengat membuat pengguna jalan merasa risih. Bahkan, aksi mereka yang sering berdiri di tengah jalan dinilai membahayakan keselamatan.

“Mereka sering tiba-tiba muncul di depan kendaraan. Selain mengganggu, ini juga berbahaya,” ujar seorang pengendara, Rina (40), Minggu (5/1/2025). 

Tak hanya itu, keberadaan manusia silver di lampu merah menambah risiko kecelakaan di jalan raya.

Salah satu manusia silver asal Wonosari, Gunungkidul, DIY yang mengaku bernama Eri sudah menjalani profesi ini selama setahun di Pacitan. Ia memulai pekerjaan ini karena tren yang viral di TikTok dan sulitnya mendapatkan pekerjaan lain.

“Dalam sehari, saya bisa dapat Rp100 ribu. Kami tidak memaksa orang untuk memberi, hanya meminta dengan cara seperti ini,” katanya. 

Namun, alasan ini tidak mengubah pandangan banyak orang yang menganggap pekerjaan mereka kurang layak. Bau cat yang menyengat dan tampilan yang mencolok sering kali membuat warga enggan berinteraksi.

Selain keluhan masyarakat, manusia silver juga menjadi sasaran razia Satpol PP. Eri mengaku sering dikejar petugas dan terpaksa kabur. “Kami tahu ini tidak disukai, tapi kami hanya ingin bertahan hidup,” ujarnya.

Namun, aparat memiliki alasan kuat untuk bertindak. Selain melanggar aturan ketertiban umum, manusia silver dianggap menciptakan keresahan di jalan.

Fenomena manusia silver di Kabupaten Pacitan perlu segera ditangani. Selain menciptakan ketertiban, pemerintah juga harus menyediakan solusi jangka panjang agar profesi ini tidak lagi menjadi pilihan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.